Subscribe:

Sabtu, 08 Mei 2010

Rasul Yakobus

Santo Yakobus (wafat 44; Bahasa standar Ibrani: יעקב, Yaʿaqov) adalah salah satu dari keduabelas rasul Yesus. Ia adalah putra dari Zebedeus dan Salome, juga merupakan saudara dari Yohanes, ia dan saudaranya disebut Boanerges yang berarti anak-anak guruh.

Ia disebut Yakobus besar untuk membedakannya dengan rasul lainnya yakni Yakobus anak Alfeus. Yakobus tercatat sebagai salah satu 12 rasul yang dipilih Yesus.

Pada akhir hidupnya, Yakobus dieksekusi mati dengan pedang oleh Raja Herodes (Kisah Para Rasul 12:1-2). Santo Yakobus bukan penulis Surat Yakobus (yang menurut tradisi ditulis oleh Yakobus yang Adil, saudara Yesus) dalam Perjanjian Baru.

Santo Yakobus dan Hispania

Walaupun tidak tertulis dalam Kisah Para Rasul dan tidak tertulis dalam tulisan gereja kuno, banyak yang mempercayai Yakobus berangkat menuju Hispania dan menyebarkan ajaran Yesus di sana. Ia mengadakan perjalanan menuju Galicia, Spanyol; Guimarães, Portugal; dan Rates (kini Póvoa de Varzim), Portugal. Di Rates, ia mentahbiskan Santo Petrus dari Rates sebagai uskup pertama di Semenanjung Iberian.

Berdasarkan tradisi masyarakat kuno, pada 2 Januari 40, Santa Maria menunjukkan dirinya kepada Yakobus di pinggir sungai Ebro di Caesaraugusta, ketika ia sedang menyebarkan ajaran di Spanyol. Maria secara tiba-tiba muncul di pilar, dan tempat tersebut kini menjadi Basilika Bunda Pilar Kami (Basilica of Our Lady of the Pillar) di Zaragoza. Kemudian, Yakobus kembali ke Yudea, dan di sana ia dieksekusi mati pada tahun 44. Dalam kisah rakyat tertulis, setelah mati dieksekusi, jenazahnya dibawa oleh malaikat dan dibawa dengan perahu tak berawak ke Iria Flavia, Spanyol.

Setelah kematiannya, dalam kisah rakyat, sosoknya muncul di pihak pasukan Kristen pada Pertempuran Clavijo selama Reconquista, yang selanjutnya disebut matamoros (Pebasmi Moor). Santiago y cierra España ("Santo Yakobus dan bertarung untuk Spanyol") menjadi sebuah yel pada tentara Spanyol.

Santo Yakobus dan Kerajaan Kongo

Santo yakobus memiliki tempat istimewa pada Kerjaan Kongo di Afrika Tengah, karena memiliki hubungan dalam penyebaran ajaran Kristen di negeri itu pada akhir abad ke-15. Pelaut dan diplomat Portugis membawa ajaran ke Kongo pada 1483. Ketika Raja Afonso I dari Kongo atau dalam bahsa Kongo disebut Mvemba a Nzinga, menghadapi musuh yakni saudaranya sendiri, Mpanzu a Kitima. Dalam pertarungan, Afonso mengaku ia mendapat penglihatan dari Santo Yakobus. Hal ini memaksa pasukan Mpanzu a Kitima mundur dan kemenangan di tangan Afonso. Oleh karena itu, Afonso menetapkan 15 Juli sebagai hari untuk menghormati Yakobus. hari tersebut tetap dirayakan hingga saat ini oleh masyarakat Kongo.

sumber : Wikipedia

Rasul Andreas


Santo Andreas (Saint Andrew) adalah rasul Yesus yang pertama. Dalam agama Katolik, namanya masuk ke dalam orang kudus dan peringatan akan dirinya dirayakan setiap tanggal 30 November. Variasi nama baptis lainnya yang berasal dari namanya: Andre, Andrea, Andrew. Simbol kerasulannya: salib yang menyerupai huruf X.
Awal hidup
Santo Andreas dan saudaranya, Petrus, dilahirkan di Betsaida dekat tasik Genesaret, Timur Tengah. Ia dan Petrus hidup dengan bekerja sebagai nelayan di danau Genesaret.
Awal kerasulan
Andreas telah sering mendengar kisah di masyarakat tentang hadirnya Yohanes Pembaptis yang mengajak masyarakat sekitarnya untuk bertobat dan dibaptis. Andreas adalah seorang Yahudi yang tekun. Ia sering membaca firman Tuhan dan direnungkannya. Ia mengetahui janji Tuhan yang akan mengutus Mesias, juru selamat manusia, di bumi. Maka dengan bisikan hatinya ia mengikuti Yohanes di tepi Sungai Yordan.
Suatu hari datang seorang muda dari Nazaret. Ia minta dibaptis. Lalu Yohanes mengumpulkan para pengikutnya dan berkata: "Lihatlah! Dialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!" Andreas merasa terkena hatinya dengan orang yang dikenal dengan Yesus itu. Besok harinya, ia pergi menemui Yesus. Ketika ia bertemu dengannya Yesus menegur, "Kalian mencari siapa?". Andreas bingung untuk menjawabnya dan ia memberanikan diri berbalik bertanya, "Rabi tinggal di mana?" Yesus menjawab, "Mari lihat sendiri." Maka ia mengikuti Yesus dan tinggal bersamaNya di hari itu.
Setelah itu kian hari jelas baginya, Yesus adalah Mesias. Ia pun mengajak Petrus untuk ikut denganNya.
Karya
Andreas dipilih Yesus menjadi salah seorang rasulNya yang pertama. Andreas selalu mengikuti Yesus dalam perjalananNya. Setelah Yesus meninggalkan mereka, Andreas dengan tekun mengabarkan Injil sampai ke Rusia dan Yunani.
Akhir hidup
Di tempat terakhir kerasulannya, Patras, ia disalibkan oleh orang kafir dengan salib berbentuk X, yang akhirnya menjadi simbol dirinya.
Pengabadian nama
Salib Santo Andreas pada bendera nasional Skotlandia
Namanya diabadikan dalam berbagai hal. Yang paling terkenal adalah Santo Andreas menjadi santo pelindung negeri Skotlandia pada abad ke-8 hingga kini. Salib X miliknya menjadi salib yang tertera di bendera nasional Skotlandia.
Selain itu Santo Andreas juga menjadi santo pelindung bagi:
Tempat: Amalfi di Italia, Patras di Yunani, Universitas Patras, Rusia, Rumania, Ukraina.
Pekerjaan: pedagang ikan, nelayan, pekerja rumah tangga, perempuan lanjut usia, penyanyi, perempuan lajang, perempuan yang ingin mendapatkan buah hati.
Devosi akan Penyakit: sakit reumatik.
sumber:wikipedia

Rasul Yohanes

Yohanes (bahasa Yunani Ιωάννης - Ioannes) adalah salah satu dari keduabelas rasul Yesus. Ia adalah putra dari Zebedeus dan Salome, juga merupakan saudara dari Yakobus, ia dan saudaranya disebut Boanerges yang berarti anak-anak guruh. Tradisi menyamakan beliau dengan penulis dari beberapa buku dalam Alkitab: Injil Yohanes, Surat-surat Yohanes, dan Wahyu kepada Yohanes.

Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan
diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada
di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

Rasul Petrus


Simon Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas nama yang diberikan Yesus) adalah salah satu dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16). Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus.
Latar belakang
Menurut Injil Yohanes Petrus lahir di Betsaida, Galilea, dan ayahnya bernama Yohanes (Yohanes 1:42)/Yunus (Matius 16:17). Dikisahkan juga bahwa Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Petrus yang berarti Petrus pernah menikah. Sebelum ia mengikuti Yesus, ia dan saudaranya, Andreas bekerja sebagai penjala ikan (nelayan).
Panggilan Yesus

Dalam Injil Matius dan Markus diceritakan bahwa Petrus sedang mencari ikan di danau Genesaret ketika Yesus menghampiri mereka dan berkata, "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19).
Dalam Injil Lukas diceritakan bahwa Yesus naik ke perahu Petrus untuk mengajar orang banyak di tepi danau Genesaret, kemudian ia menunjuk Petrus untuk menebarkan jalanya karena ia tahu bahwa Petrus semalaman tidak mendapatkan ikan. Petrus mematuhi petunjuk Yesus dan ia serta nelayan lainnya mendapat ikan dalam jumlah besar. Dengan mujizat tersebut Petrus menjadi percaya kepada Yesus bersama-sama dengan Yakobus dan Yohanes. Andreas tidak disebutkan dalam kisah ini.
Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa Andreas adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis yang pergi untuk mengikut Yesus. Ia lalu memanggil saudaranya, Simon, dan menceritakan bahwa ia telah menemukan Mesias. Andreas lalu membawa Petrus kepada Yesus dan Yesus menamakan Simon "Kefas" (bahasa Aram) untuk 'batu', bahasa Yunani maskulin: "Petros", feminim: "Petra". Di kemudian hari nama Yunaninya banyak digunakan karena bahasa Yunani adalah bahasa universal pada waktu itu.
Yesus menamai Simon sebagai Petrus atau "batu karang" mengisyaratkan bahwa Yesus akan meletakkan landasan gerejanya di atas Petrus. (Matius 16:18).
Mencuci kaki
Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Petrus menolak kakinya dicuci oleh Yesus yang mencuci kaki murid-muridnya (karena ia merasa tidak layak), Yesus menjawabnya "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Petrus lalu menjawab Yesus, "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" (Yohanes 13:6-9)
Berjalan di atas air
Perahu yang diombang ambingkan gelombang di danau Genesaret; Rembrandt 1633
Dalam Injil Matius diceritakan Petrus yang berjalan di atas air ketika ia melihat Yesus yang berjalan di atas air, namun karena ia takut, maka ia tengglam lalu ditolong oleh Yesus. (Matius 14:22-32). Injil Markus juga menceritakan Yesus yang berjalan di atas air namun tidak menceritakan Petrus yang berjalan di atas air.
Mengakui Yesus sebagai Kristus
Petrus yang pertama kali mengakui imannya akan Yesus sebagai Mesias, Anak Yahwe yang hidup (Matius 16:16, Markus 8:29, Lukas 9:20). Petrus juga hadir dan berbicara dalam kisah-kisah yang lebih banyak jumlahnya daripada rasul-rasul yang lain, misalnya dalam transfigurasi Yesus, Petrus menegor Yesus yang berkata bahwa Ia akan disalibkan, kisah Petrus dan pemungut bea Bait Yahwe, kisah Yesus berdoa di taman Getsemani, kisah Yesus dan pohon ara, dan lain-lainnya.
Penangkapan Yesus
Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Yesus akan ditangkap, Petrus menghunus pedangnya dan memotong telinga kanan hamba Imam Besar yang mencoba menangkap Yesus, yang bernama Malkhus. Yesus lalu menegur Petrus, dan di dalam Injil Lukas ditambahkan bahwa Yesus lalu menjamah telinga Malkhus dan menyembuhkannya. (Lukas 22:51)
Petrus menyangkal Yesus
Yesus memperingati Petrus bahwa setelah Ia ditangkap nanti, Petrus akan menyangkalNya tiga kali, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (Matius 26:34) Sebelum dan sesudah Yesus mengatakan itu, Petrus masih bersikeras bahwa ia adalah murid yang paling setia.
“ Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." (Matius 26:33) ”
“ Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga. (Matius 26:35) ”
Pada akhirnya diceritakan bahwa tepat seperti perkataan Yesus, Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.
“ Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam. (Matius 26:69-74) ”
Karya setelah penyaliban Yesus
Petrus masih belum berkarya banyak pasca kenaikan Yesus ke Surga. Petrus dan murid-murid yang lain masih tinggal di dalam kota Yerusalem, berkumpul untuk bertekun dan berdoa bersama dengan sekitar seratus dua puluh orang, sampai tiba hari Pentakosta, di mana Roh Kudus dicurahkan seperti lidah-lidah api. Setelah peristiwa itulah, Petrus memberikan kotbah yang akhirnya menyebabkan tiga ribu orang memberi diri dibaptis.
Di kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di Roma. Roma kala itu adalah pusat seluruh Kekaisaran Romawi. Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang. Ketika penganiayaan yang kejam terhadap orang-orang Kristen dimulai, jemaat di sana memohon pada Petrus untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri.
Quo Vadis
Konon menurut tradisi, ia memang sedang dalam perjalanan meninggalkan Roma ketika ia berjumpa dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau pergi?” (dalam bahasa Latin: "Quo Vadis?") Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan kedua kalinya.” Kemudian Petrus berbalik dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita dan wafat bagi Yesus.
Saat itu belum disebut paus, namun Petrus telah menjadi kepala Konsili Para Rasul di Yerusalem pad tahun 50.
Selain bekhotbah, Petrus juga menulis surat-surat yang kini berada dalam kesatuan Perjanjian Baru.
Kematian
Menurut tradisi, Petrus wafat dengan cara disalibkan terbalik di Roma saat pemerintahan Nero setelah menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus. Petrus dimakamkan di tempat yang kini persis di bawah altar utama Basilika Santo Petrus di Vatikan.
sumber:Wikipedia