Subscribe:

Jumat, 28 Mei 2010

Winter White

Hamster Putih Musim Dingin

Sering kali disebut hamster Siberia, Winter White pertama diperkenalkan pada permulaan tahun 1970. Meskipun kurang umum daripada Dwarf Campbell, mereka mulai bertambah populer. Karena keunikan mereka berubah warna dari abu-abu tua menjadi putih sebagai kamuflasi di musim salju di alamnya, maka dari itu mereka menyadang nama winter white (putih musim dingin/salju). Sekitar tahun 1988 mutasi muncul pada winter white – putih bagian atas dijaga bulu hitam, telinga abu-abu dan mata hitam. Sekarang dikenal sebagai Winter White Pearl. Pada saat yang sama Safir (Shappire) muncul dengan abu-abu asap bulu atas dengan sedikit blue tinge. Mata hitam dan telinga abu-abu muda. Menyilangkan Sapphire dengan Pearl akan mendapat Sapphire Pearl Apa perbedaanya? Hamster Winter White Rusia ini sering disarukan dengan relatifnya yang mirip yaitu Campbel Dwarf Rusia. Selama bertahun-tahun scientist mengklasifikasikan mereka sebagai hamster yang sama lalu mereka mempertimbangkan Winter White ini sebagai subklas dari Campbell dan baru-baru saja mereka diklasifikasi sebagai dua jenis yang terpisah.
hamsterific.com

Jumat, 21 Mei 2010

Cara Merawat Hamster

1. Hamster itu tidak boleh basah. Boleh sih dimandikan tapi jangan sampai basah banget karena hamster itu sangat sensitive. Kalo udah terlanjur basah segeralah keringkan. Hamster itu sebenernya punya cara sendiri buat mandi loh.
2. Jangan Hamster jantan dan betina di dalam satu kandang. Sudah bisa ditebak pasti mereka berantem deh. Taruhan pasti!!! Jadi sebaiknya dipisahkan aja. Untuk ngawinin pelan-pelan aja kalo mereka berantem jangan dikawinin dulu kalo dah baikan ya! boleh.
3. Ada pertanyaan tinggalkanlah komen!! Doain aja bisa jawab. Hehehe aku juga baru memelihara hamster.

KESALAHAN

1.Hamster dijemur dibawah sinar matahari. Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.

2.Hamster dimandikan dengan air. Hamster rentan terhadap air dan kelembaban. Hamster berasal dari daerah gurun pasir yang kering. Jika hamster Anda sedang sehat dan dalam kondisi prima mungkin terkena air bukan masalah, tapi jika kondisinya sedang menurun terkena air bisa berarti kematian bagi mereka. Hamster yang basah harus secepatnya dikeringkan atau mereka terserang flu, kemudian berlanjut ke pneumonia dan berakhir pada kematian. Jadi jangan mengambil resiko untuk tindakan yang tidak perlu ini.

3.Memisahkan induk hamster dari bayi-bayinya. Kedengarannya memang bodoh tapi percayalah banyak orang yang tidak sengaja melakukan hal ini karena ketakutan mereka pada gosip yang beredar tentang ‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.

4.Hamster jatuh dari ketinggian. Jika hamster Anda masih baru, cobalah untuk memegang hamster dalam posisi duduk jadi jika hamster Anda jatuh tidak akan terlalu tinggi. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan orang. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan Anda dan dengan lingkungannya dan cenderung melompat secara tiba-tiba. Jadi Anda harus mengantisipasi hal ini dulu.

Kamis, 20 Mei 2010

sejarah Nekeran ( Gundu )

Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker.

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, para Sinyo-Sinyo itu menyebutnya dengan knikkers. Lantas, adakah pengaruh Belanda, khususnya di Jawa, knikkers diserap menjadi nekker? Mengingat, Belanda pernah ‘numpang hidup’ di Indonesia.

Tahun, 1694. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris telah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.
Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 hingga 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran.

MASA LALU

Jauh pada peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.

Pada masa Rowami, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.

Salah seorang penggemar kelereng adalah Octavian, kelak menjadi Kaisar Agustus. Layaknya permainan, di Romawi saat itu juga mempunyai aturan-aturan resmi. Peraturan tersebut menjadi dasar permainan sekarang.

Teknologi pembuatan kelereng kaca ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelerang yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni mirip permen. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan akhirnya masing-masing negara mengembangkannya sendiri.

Sejarah POS Ronda

Sejarah pos ronda berawal dari pos-pos penjaga di jaman colonial. Ketika itu pos jaga berfungsi sebagai perpanjangan dari menara-menara dari kekuasaan kolonial untuk mengekang gerak pribumi. Fungsinya lebih mirip pos pengawasan terhadap pribumi yang melewati daerah tertentu. Hal serupa juga terjadi ketika Jepang berkuasa di Indonesia.

Tapi sejak era kemerdekaan bekas pos-pos penjagaan Belanda atau Jepang diambil alih oleh pribumi. Pengambilalihan itu disertai dengan perubahan fungsi. Bila pada era sebelumnya penguasa kolonial yang mengawasi pribumi, maka sejak era kemerdekaan orang Belanda atau Jepang yang diawasi.
Gardu mengalami perubahan fungsi lagi di era presiden Soeharto berkuasa. Gardu lagi-lagi menjadi perpanjangan tangan kekuasaan. Keberadaan gardu mengukuhkan bentuk militerisme dalam kemasan yang lebih sederhana dan terasa merakyat. Soeharto menerapkan model pertahanan semesta yang berfungsi sebagai pendukung legitimasi kekuasaaannya dengan dalih Sistem Keamanan Lingkungan (Sisklamling).

Setelah Soeharto lengser pada 1998, gardu-gardu baru muncul ketika Indonesia menghadapi pemilihan umum 1999. Posko-posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menandai lahirnya sejarah gardu baru Indonesia sekaligus memberi makna baru.

Posko PDIP didirikan untuk menandai “kandang banteng”. Ketika itu posko PDIP menandai kekuasaan politik Megawati. Selain posko PDIP, biasanya juga didirikan podium. Podium adalah panggung setinggi 3-5 meter yang mengingatkan orang kepada tempat pidato Soekarno. Seperti diketahui, Soekarno adalah ayah Megawati, Ketua Umum PDIP yang pada 1999 sedang berjuang memenangkan pemilihan umum.

Itulah sedikit cerita mengenai sejarah pos ronda beserta fungsinya di Indonesia. Penjelasan dan cerita detailnya tentu ada di buku ini. Nilai lebih buku ini tidak hanya karena temanya yang unik tapi juga karena teknik penyajiannya yang menarik sehingga tidak terasa sedang membaca buku sejarah pada umumnya. Membaca buku ini kita menjadi tahu penggunaan alur sastra dalam penulisan sejarah (historiografi sastrawi).

Historiografi Sastrawi merupakan genre penulisan sejarah yang mengadopsi teknik sastra seperti alur serta bahasa yang longgar seperti yang sering digunakan sastrawan. Tapi sebagaimana historiografi, kelonggaran penulis dibatasi oleh ketersediaan fakta. Dan Abidin patuh pada metode itu.sumber:id.shvoong.com